Aku Ini Saya

0

Jangan bodoh kawan. Jika kau ditantang oleh temanmu untuk main rubik jangan takut. Ikuti caraku. Ambil rubiknya, pura-puralah pergi ke toilet, bongkar rubik temanmu itu, lalu susun sesuai warnanya. Keluarlah dari toilet dan katakan pada temanmu “ini gampang”. Ahhh sial, aku lupa menyiram kencingku tadi. Biarlah, baunya akan hilang ditelan waktu, atau akan hilang dengan omelan orang yang masuk toilet setelahku. Ini semua gara-gara rubik.

Pagi ini aku benar-benar riang serta gembira. Melebihi Tasya anak gembala. Entah kenapa. Aku tak tau. Abangku juga tak tau. Apalagi Dian Sastro.

Tadi malam temanku cerita, dia bercita-cita punya istri cantik mertua kaya. Aku Cuma jawab semoga  wanita itu segera punah atau dilestarikan oleh pemerintah karena jika tidak ia akan diburu oleh para predator predator liar yang kenyang akan kesengsaraan.

Aku  tersenyum untuk pertama kali di pagi, kau tau kenapa? Orangtuaku pergi ke luar kota tanpa meninggalkanku satu rupiah pun. Betapa bahagianya hidup ku ini 🙂 Pasti kau iri. Iya kan. Iya kan. Payah.

Sebenarnya pagi ini aku mau menciptakan sebuah radio , tapi tidak jadi, aku takut nanti Marconi hidup lagi memarahiku karena mengambil hak ciptanya. Di kamarku pagi ini aku ditemani oleh beberapa orang yang sudah mati, tapi aku paksa untuk hidup kembali. Bob Marley masih setia memproklamasikan NO WOMAN NO CRY, juga ada Chrisye, Benyamin, mungkin bapakmu juga ada dikamarku. Cek saja nanti.

Oh kemarin aku di PKM melihat motto sebuah UKM “kalau anda ragu silakan kembali” dalam hati aku bicara “aku ragu, aku kembali, kembali menghina anda”

Jika kau baca ini, jangan bilang aku gila, itu berarti kau anak durhaka. Aku ini bapakmu!!!